Edukasi ini juga melengkapi rangkaian kegiatan trauma healing yang dilaksanakan Diskominfo Kabupaten Manggarai di SD Inpres Wase Wengke.
Setelah diajak bermain, bernyanyi, dan membangun kembali keceriaan, anak-anak kemudian dibekali keterampilan praktis untuk menghadapi potensi gempa.
Dengan demikian, pemulihan pascabencana tidak hanya berorientasi pada upaya mengembalikan keceriaan anak-anak, tetapi juga memperkuat pengetahuan, kesiapan, dan ketangguhan mereka.
Kepala SD Inpres Wase Wengke, Rofinus Beat, menyampaikan apresiasi kepada Diskominfo Kabupaten Manggarai atas pelaksanaan edukasi mitigasi dan kesiapsiagaan gempa bagi para siswa.
Menurut Rofinus, kegiatan tersebut sangat penting, terutama setelah gempa bumi berdampak pada kehidupan masyarakat Manggarai. Anak-anak perlu mengetahui tindakan yang tepat ketika gempa terjadi agar dapat melindungi diri dan tidak mudah panik.
Ia menilai pendekatan yang digunakan tim Diskominfo cukup efektif karena materi disampaikan melalui cerita, permainan, gerakan, nyanyian, hingga simulasi langsung.
“Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini. Anak-anak tidak hanya diberikan pengetahuan, tetapi juga diajak mempraktikkan secara langsung apa yang harus dilakukan ketika terjadi gempa,” ujar Rofinus.
Ia berharap edukasi kebencanaan dapat dilaksanakan secara berkelanjutan di sekolah sehingga kesiapsiagaan tidak hanya menjadi pengetahuan sesaat, tetapi tumbuh menjadi kebiasaan dan budaya keselamatan bagi seluruh warga sekolah.
Rofinus juga mengajak para guru untuk terus mengingatkan siswa mengenai pentingnya mengenali titik aman, memahami jalur evakuasi, serta mempraktikkan tindakan merunduk, berlindung, dan bertahan ketika gempa terjadi.
“Sekolah harus menjadi tempat yang aman bagi anak-anak. Karena itu, pengetahuan tentang kesiapsiagaan bencana perlu terus ditanamkan sejak dini,” lanjutnya.
Edukasi mitigasi gempa di SD Inpres Wase Wengke menjadi salah satu langkah untuk membangun kesadaran kebencanaan sejak usia dini di Kabupaten Manggarai.
Pengalaman gempa yang mengguncang wilayah Flores pada 15 Agustus 2026 menjadi pengingat pentingnya kesiapan menghadapi bencana melalui pengetahuan, latihan, dan pembiasaan tindakan penyelamatan diri.
Melalui kegiatan tersebut, Diskominfo Kabupaten Manggarai mendorong terciptanya lingkungan sekolah yang lebih siap menghadapi risiko bencana sekaligus mendukung pemulihan psikososial anak-anak pascagempa.


Subscribe to my channel










