Marcelina mencontohkan, jika satu tenda digunakan dua keluarga, tetap harus ada sekat untuk menjaga privasi dan kenyamanan. Hal ini penting karena banyak anak-anak dan kelompok rentan di pengungsian.
“Kalaupun satu tenda bisa digunakan untuk dua keluarga, kita tetap harus membangun sekat. Yang kita jaga adalah bagaimana sekitar 300 orang bisa tinggal dan tidur di sana dalam waktu lama dengan kondisi yang layak,” katanya.
Ia juga meminta penataan lokasi pengungsian memperhatikan fasilitas pendukung: toilet, sanitasi, akses air bersih, ruang keluarga, serta kebutuhan khusus bagi perempuan dan anak.
“Kalau saat ini kebutuhan kita bukan hanya soal logistik. Kita lebih kepada tempat tinggal. Kita harus memikirkan semuanya, termasuk toilet dan fasilitas pendukung lainnya,” tegasnya.
Asesmen Jadi Dasar Penataan
Relawan KitaBisa, Leonardus Martin Dahur, menyatakan akan menindaklanjuti masukan tersebut melalui asesmen langsung di sejumlah titik pengungsian.
“Kami melihat kebutuhan pengungsi memang tidak hanya persoalan logistik. Kalau masyarakat harus tinggal cukup lama, maka tempat tinggal, sanitasi, air bersih, keamanan, serta perlindungan bagi anak-anak dan kelompok rentan harus jadi bagian perencanaan,” ujar Leonardus.


Subscribe to my channel










