Data hasil asesmen akan dipakai untuk memetakan kapasitas tempat, jumlah keluarga, kondisi tenda, kebutuhan sekat, sanitasi, hingga aspek keselamatan di tiap lokasi.
“Ini penting supaya tempat pengungsian bukan hanya menjadi tempat berkumpul, tetapi benar-benar menjadi ruang yang aman dan layak bagi masyarakat selama masa pemulihan,” jelasnya.
Leonardus menyebut koordinasi lintas pihak menjadi kunci. Dukungan Pemda, organisasi kemanusiaan, relawan, dan masyarakat diperlukan agar pelayanan di pengungsian berkelanjutan.
Konsep Hunian Sementara
Marcelina menegaskan Pemkab Manggarai bersama para mitra mulai menyusun konsep permukiman pengungsi yang mempertimbangkan mitigasi risiko. Wahana Visi disebut turut diminta membantu dalam penyusunan konsep tersebut.
“Pemerintah dan para pihak perlu mengantisipasi kemungkinan masa tinggal pengungsi lebih panjang. Penyediaan tenda harus diikuti penataan kawasan yang memperhatikan keselamatan, kesehatan, privasi, dan perlindungan kelompok rentan,” katanya.


Subscribe to my channel










